Di antara warna jingga yang perlahan tenggelam, tersimpan jejak pertemuan yang tak disengaja, rindu yang menggantung di udara, serta doa-doa lirih yang hanya berani dipanjatkan pada langit yang memerah. Senja menjadi saksi bisu bagi jiwa-jiwa yang mencari arti pulang. Buku ini mengajak pembaca berhenti sejenak, menatap cakrawala, dan merasakan bahwa keindahan tak selalu hadir dalam terang. S…
Puisi-puisi dalam antologi Mawar untuk Palestina; adalah sebuah simbol keprihatinan kita bersama terhadap perang yang tak kunjung selesai. Jerit hati dan amarah yang membara serupa api dalam sekam. Ketika melihat tayangan televisi bahwa Israel kian membabibuta, membaca-mendengar berita betapa kian laknat Israel, selain doa-dos, tentu harapan: segala kehancuran dan kesewenang-wenangan segera ber…
Suara Serumpun Festival Puisi 3 Negara (Indonesia, Malaysia, Singapura)
Suara Serumpun Anyaman Rasa Festival Puisi 3 Negara ( Indonesia, Malaysia, Singapura)
Suara Serumpun Festival Puisi 3 Negara ( Indonesia, Malaysia, Singapura)
Nak, dua hal aku benci dalam hidup: September dan pohon mangga. September tidak pernah mau beranjak dari rumah. Betah. Ia sibuk meletakkan neraka di seluruh penjuru. Di ruang tamu. Di ranjang. Di meja makan. Bahkan di dada.Batang pohon mangga tetap selutut persis prasasti batu. Ia berdiri mengekalkan dosa-dosa—dan dosa adalah pemimpin yang baik bagi penyesalan-penyesalan. Kukila adalah per…
Abdul Wachid B. S. atau “Ayah” (begitu biasanya dia disapa) adalah dosen STAIN Purwokerto yang lahir di Bluluk, Lamongan, Jawa Timur pada 7 Oktober 1966. Kontribusinya dalam bidang sastra sudah tidak diragukan lagi. Bukti nyata bahwa hasil karyanya sudah bisa kita nikmati baik berupa cerpen, essay, maupun puisi. Bukunya yang berjudul Kepayang (Kumpulan Sajak-sajak 2011-2012) merupakan salah…